Konsumsi Serat untuk Mengatasi Konstipasi

Konstipasi mempunyai arti yang beraneka. Sebagian orang memiliki pendapat kalau konstipasi mempunyai arti buang air besar tak teratur. Tapi, juga ada yang memiliki pendapat kalau konstipasi yaitu buang air besar sukar, keras, ataukah tidak selesai. Dikarenakan juga berbagai macam sampai-sampai pengobatannya pun tidak serupa pada tiap-tiap individu.

Konstipasi bisa juga diselingi oleh diare. Perihal ini umumnya berlangsung pada penyakit Irritable Bowel Syndrome (IBS). Pada pucuk konstipasi berlangsung impaksi fekal, adalah satu situasi dimana tinja mengeras di rektum serta membatasi pengeluaran tinja seterusnya. Diare bisa berlangsung cuma karena cairan lah yang dapat merembes melalui tinja yang mengaras itu.

Frekwensi buang air besar mengalami penurunan bersamaan dengan menambahnya umur. Sebagian besar orang dewasa buang air besar 3-21 kali dalam 1 minggu, serta dipandang normal. Biasanya, buang air besar 1 kali satu hari, akan tetapi tak banyak orang mempunyai frekwensi buang air besar yang sama, serta bahkan juga tiap-tiap seseorang tak selamanya mempunyai frekwensi buang air besar yang sama kian waktu.

Dengan cara medis, konstipasi didefinisikan jadi buang air besar kurang dari 3 kali dalam 1 minggu. Konstipasi berat didefinisikan jadi buang air besar kurang dari 1 kali 1 minggu. Tak ada fakta medis kenapa kita mesti buang air besar sehari-hari. Tidak serupa dengan keyakinan beberapa orang, tak buang air besar sepanjang dua atau tiga hari tidak hal yang beresiko, terkecuali bila memunculkan tanda-tanda seperti ngilu perut, mual, muntah, berat tubuh ,mengalami penurunan mencolok, atau BAB bergabung darah. Tak ada bukti yang perlihatkan kalau BAB tak teratur bakal membuat terkumpulnya zat toksin pada badan atau memunculkan kanker.

Apa yang membuat konstipasi?

Yang menimbulkan konstipasi yang kerapkali terabaikan yaitu obat-obatan. Dibawah ini sejumlah obat yang kerap membuat konstipasi.

Analgesik narkotik, umpamanya kodein, oksikodon, serta hidromorfon.
Antidepresan, umpamanya amitriptilin serta imipramin.
Antikejang, umpamanya fenitoin serta karbamazepin.
Suplemen zat besi.
Obat penghalang kanal kalsium, umpamanya diliazem serta nifedipin.
Antasid yang memiliki kandungan aluminium.
Kecuali obat-obatan, juga ada yang menimbulkan konstipasi lainnya, salah satunya:

Tradisi membendung buang air besar.
Diet rendah serat.
Pemanfaatan obat-obatan pencahar terlalu berlebih sampai-sampai menyebabkan kerusakan serabut saraf serta otot di usus besar.
Kelainan hormon, umpamanya hipotiroid (kekurangan hormon tiroid), menstruasi, serta kehamilan.
Penyakit pada usus besar, umpamanya diabetes, skleroderma, penyakit Hirschsprung, serta Chagas dan kanker.
Penyakit formasi saraf pusat yang mengganggu pengaturan BAB oleh otak.
Inersia kolon, adalah satu situasi dimana serabut saraf atau otot di usus besar tak kerja dengan cara normal.
Disfungsi otot-otot panggul yang ada di sekita rektum serta anus.
Apapun tanda-tanda konstipasi itu?

Tanda-tanda konstipasi mencakup:

Buang air besar tak teratur.
Tinja keras serta/atau kecil-kecil.
Rasakan tak selesai selesai BAB.
Perut kembung, terlebih sisi bawah.
BAB bergabung darah atau keluar darah dari lubang anus.
Terkadang pun disertasi diare.
Risau lantaran belum BAB.
Bagaimana penyembuhan konstipasi?

Ada pelbagai trik untuk menangani konstipasi. Pendekatan yang terunggul yaitu dengan jelas dikarenakan terlebih dulu, lalu diobati sesuai sama yang menimbulkan itu. Pemanfaatan obat-obat pencahar semestinya ditanyakan dahulu dengan dokter.

Mengonsumsi serat untuk menangani konstipasi

Trik terunggul untuk tingkatkan mengonsumsi serat yaitu dengan menaikkan jumlahnya buah serta sayuran yang dikonsumsi. Mempunyai arti minimum lima santapan buah atau sayur perhari. Tapi, untuk umumnya orang, jumlahnya santapan itu dirasa kebanyakan atau sangat dikit. Dalam soal ini, suplemen serat bisa mendukung.

Serat sebagai bahan yang dibikin oleh tanaman serta tak diolah oleh skema pencernaan manusia. Serat mengikat air serta membela air itu biar terus dalam rongga usus sampai-sampai tingkatkan volume tinja serta tinja tambah lebih lunak.

Ada pelbagai sumber serat serta model serat dari sumber makanan itu banyak variasi. Sumber serta model serat yang terbanyak didapati diantaranya:

Sayur serta buah
Gandum atau oat bran
Psyllium seed
Methylcellulose
Polycarbophil
Penambahan flatulensi (buang angin) sebagai satu diantara dampaknya diet tinggi serat. Angin atau gas tampak lantaran terdapatnya bakteri-bakteri yang mengolah serat. Bakteri itu membuahkan gas jadi produk sambilan dari pencernaan serat di usus besar.

Serat tak kerja pada suatu malam. Mengonsumsi serat mesti dilaksanakan sepanjang sejumlah minggu sampai diperoleh resiko yang dikehendaki. Bila tampak dampaknya buang angin yang di rasakan mengganggu, turunkan mengonsumsi serat atau rubah dengan model serat lainnya. Tak ada kelirunya pun bertanya dengan dokter atau pakar gizi untuk jelas model serat yang sama dengan.

Kapan kita mesti mengontak dokter?

Bila konstipasi berlangsung dengan cara tiada henti dalam saat lama dan tak memberikan respon dengan penambahan mengonsumsi serat atau obat-obat pencahar simpel, selekasnya hubungi dokter. Bila tampak tanda-tanda yang mengkuatirkan seperti keluarnya darah dari lubang anus, mual, muntah, ngilu perut, serta penurunan berat tubuh dengan cara mencolok, selekasnya hubungi dokter. Dokter bakal cari tahu yang menimbulkan konstipasi serta memberi therapy sama dengan dikarenakan. Dokter pun mungkin bisa membutuhkan kontrol pendukung seperti kontrol laboratorium serta radiologi serta mungkin saja bakal mengacu ke dokter spesialis.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *