Mengenal Penyakit Lepra: Apakah Bisa Sembuh?

Lepra adalah penyakit infeksi yg membawa dampak lesi pada kulit serta kehancuran serabut saraf di lengan serta kaki. Penyakit ini sudah ada sejak mulai jaman dulu kala, kerapkali disertai dengan stigma negatif yg mengerikan serta kisah-kisah pasien lepra yg dijauhi. Wabah lepra ini sudah pernah berjangkit di beberapa benua. Orang China kuno, India kuno, serta Mesir kuno mengakui lepra jadi penyakit yg amat menebar, membawa dampak mutilasi, serta tidak dapat diobati.

Akan tetapi, lepra sesungguhnya tidaklah terlalu cepat penularannya. Satu orang cuma dapat tertular lepra kalau kontak lewat cara terus-terusan serta/ atau berulang-kali dengan cairan yg keluar dari mulut serta hidung pasien lepra yg belum diobati. Beberapa anak lebih terdapat resiko tertular lepra dibanding orang dewasa.

Waktu ini, kira-kira 180.000 orang di pelosok dunia terinfeksi lepra, menurut World Health Organization (WHO), serta sejumlah besar ada di Afrika serta Asia.

Apa yg membawa dampak lepra?
Lepra dipicu oleh satu bakteri yg dikatakan Mycobacterium leprae. Lepra di kenal juga jadi Morbus Hansen, dari nama ilmuwan yg temukan bakteri M. Leprae pada tahun 1873.

Apa tanda-tanda lepra?
Lepra menyerang kulit serta serabut saraf di luar otak serta sumsum tulang belakang, atau dikatakan serabut saraf pinggir. Diluar itu, lepra dapat juga menyerang mata serta jaringan tipis yg melapisi permukaan dalam hidung, walaupun peristiwanya lebih jarang-jarang.

Tanda-tanda penting lepra ialah terdapatnya cedera atau tonjolan pada kulit yg tidak lenyap dalam beberapa minggu atau beberapa saat. Cedera pada kulit ini umumnya berwarna pucat.

Kehancuran serabut saraf lantaran lepra bisa menjadikan:

Hilangya sensasi perabaab pada lengan serta kaki
Kekurangan otot
Umumnya tanda-tanda ini baru nampak 3-5 tahun sehabis satu orang kontak dengan pasien lepra yg belum pulih. Bahkan juga ada orang yg alami tanda-tanda lepra 20 tahun sehabis kontak. Sela waktu di antara kontak dengan timbulnya tanda-tanda dikatakan jaman inkubasi. Jaman inkubasi lepra yg lama kerapkali membuat dokter kesusahan buat menelusur dimana dan kapan pasien tertular atau kontak dengan bakteri lepra.

Beberapa jenis lepra
Lepra digolongkan berdasar jumlahnya serta style cedera pada kulit. Tiap style lepra bakal memberi tanda-tanda yg detail serta membutuhkan terapis yg detail juga. Beberapa jenis lepra mencakup:

Style lepra yg enteng. Orang dengan style lepra ini cuma mempunyai satu atau dikit cedera yg datar serta berwarna pucat (lepra pausibasiler). Ruang kulit yg alami cedera bakal berasa tebal lantaran kehancuran serabut saraf di bawahnya. Lepra tuberkuloid ini kurang manular ketimbang style lepra lainnya.
Style lepra yg lebih berat. Lepra lepromatosa ini membawa dampak ruam serta tonjolan kulit yg menyebar luas (lepra multibasiler), rasa kebas, serta kekurangan otot. Hidung, ginjal, serta ogan reproduksi pria dapat juga dipengaruhi. Lepra style ini lebih menebar dibanding lepra tuberkuloid.
Orang dengan lepra style ini mempunyai tanda-tanda baik tuberkuloid atau lepromatosa.
Kapan kita harus mengontak dokter?
Kalau pada kulit nampak cedera yg merisaukan, jangan kuatir buat mengontak dokter. Dokter mungkin saja bakal membutuhkan pengecekan mikrobiologi di laboratorium.

Apa lepra dapat pulih?
Lepra dapat diobati. Dalam dua dekade paling akhir, 16 juta orang dengan lepra sudah sukses diobati. World Health Organization (WHO) siapkan obat gratis buat pasien lepra.

Terapis tergantung pada style lepra yg terkena. Terapis dilaksanakan dengan dua antibiotik atau lebih dalam kurun waktu yg lama, umumnya 6-12 bulan. Pasien lepra yg lebih berat mungkin saja membutuhkan terapis lebih lama. Antibiotik ini dapat membunuh bakteri yang menimbulkan lepra, akan tetapi tidak bisa melakukan perbaikan kehancuran serabut saraf yg terjadi.

Pasien lepra mungkin saja membutuhkan obat penurun metode imun buat menanggulangi ngilu serta menghambat perburukan rusaknya serabut saraf. Obat ini harus dikonsumsi sesuai sama rekomendasi dokter.

Komplikasi lepra
Kalau tidak diobati, lepra bisa membawa dampak kehancuran permanen pada kulit, serabut saraf, lengan, kaki, serta mata. Komplikasi lepra salah satunya:

Kebutaan atau glaukoma.
Kehancuran muka (lantaran terdapatnya tonjolan atau pembengkakan yg permanen).
Disfungsi ereksi serta infertilitas pada pria.
Tidak sukses ginjal
Kekurangan otot yg membawa dampak tangan melengkung seperti cakar atau kaki tidak dapat ditekuk.
Kehancuran permanen pada sisi dalam hidung, yang bisa menjadikan mimisan serta hidung terhambat.
Kehancuran serabut saraf pinggir lewat cara permanen, termasuk juga di tangan serta kaki.
Kehancuran serabut saraf bisa turunkan kekuatan perabaan pasien. Masalah ini amat beresiko, lantaran pasien tidak rasakan ngilu saat terluka. Serta lantaran tidak ngilu, kerapkali tidak diobati serta mengakibatkan infeksi yg lebih berat.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *